Sofia duduk di depanku dengan satu kaki menindih kaki yang lain. Wajahnya yang cantik semakin tampak bersinar karena dress merah yang menyempurnakan penampilannya. Tak salah kalau ia sering membintangi beberapa iklan di TV. “Selamat kamu sudah mendapatkan Kak Damien. Sejak awal aku sudah menduganya. Kamu memang sangat pandai mengambil kesempatan,” ujarnya. Aku tahu dia cemburu. Aku juga tahu kalau ia sedang emosi. Tapi rentetan kalimat yang keluar dari mulutnya membuat emosiku mulai naik. Aku berusaha tak termakan ucapannya. Diam sambil mendengarkan semua apa yang ingin ia curahkan. “Kamu pasti senang menjadi anak Herdy. Kamu mendapatkan segalanya dengan sangat mudah, padahal aku harus berusaha tampil sempurna demi mengambil hatinya. Darah memang lebih kental dari air. Kamu baru datang

