Seketika aku berdiri sambil memutar badan, memandang seseorang yang mengejutkan kami. “Ronan!” seruku saat melihatnya berdiri di jalan setapak dekat pohon pinus. “Kamu sudah bangun,” ujar Damien yang juga terkejut dengan kehadirannya. Aku tak tahu sejak kapan ia tahu aku dan Damien ke tempat ini. Aku pun tak tahu apakah Ronan yang memindahkan kotak itu. “Kotak itu nggak ada disini,” ucapku seraya menunjuk lubang sedalam setengah meter yang baru kami gali. “Oh ya?” Ronan seakan tak percaya dengan apa yang kukatakan tetapi juga tidak terlalu terkejut. “Katakan dimana kamu menyimpannya?” tanya Damien sambil mendekatinya. “Entahlah,” jawab Ronan singkat. Aku mendekati keduanya, memerhatikan Ronan dengan bantuan lampu kuning yang remang-remang. Wajahnya lebih datar dari biasanya. Si

