Bab 23

1008 Kata

Sofia menatapku tanpa berkedip, terlebih saat melihat Damien berdiri di sampingku. Wajahnya memerah dan bibirnya menipis. Tarikan napasnya begitu lambat dan kedua tangannya mengepal erat. “Kita harus bicara!” Damien memegang pergelangan tanganku dan menarikku masuk rumah, melewati Sofia begitu saja. Aku menatap wajah Sofia yang tampak sangat kesal. Gadis itu sangat menyukai Damien, hanya saja sepertinya perasaan itu bertepuk sebelah tangan. Damien terlalu dingin dan tidak tampak memiliki ketertarikan khusus padanya. Lelaki ini lebih seperti robot ketimbang manusia. Meski secara fisik sempurna, tetapi tidak ada yang sempurna di dunia ini. Damien tampan tapi dingin, bahkan Tobias jauh lebih baik dari dia. Hanya saja sikapnya, tatapan matanya dan caranya memperlakukan seseorang justru memb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN