Bab 24

1006 Kata

Makan malam menjadi momok tersendiri buatku, terutama karena menu malam ini spaghetti Bolognese yang membuat perutku kembali bergejolak. Aku memejamkan mata erat sambil geleng-geleng untuk membuang bayangan tadi siang yang kembali menampakkan diri. “Kamu tidak apa-apa?” tanya Damien yang duduk di sebelahku. Sebenarnya aku bukan tidak apa-apa, tapi aku memilih menggeleng daripada membuat orang cemas. meskipun aku tak yakin ada yang mencemaskanku. Malam ini Damien ikut makan malam setelah bertemu Herdy untuk membahas sesuatu. Aku tidak tahu apa saja yang sedang dibahas dan tidak terlalu penasaran mengingat Damien tidak hanya mengurusku. Lelaki itu tangan kanan Herdy. Banyak sekali pekerjaan yang harus ia handle, tak hanya pekerjaan kantor tapi juga pekerjaan yang melibatkan keluarga ini.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN