Bab 58

1001 Kata

Saat sebuah kebenaran yang selama ini sudah kamu duga tapi kamu menyangkalnya hanya agar hatimu bisa tenang. Kau seperti orang yang kelaparan berhari-hari lalu menemukan sepiring nasi. Lapar hilang, puas tapi akhirnya sakit perut karena kekenyangan. Seperti itulah perasaanku sekarang setelah mencuri dengar obrolan Sofia dengan seorang pria di bilik sebelah. “Kamu tinggal campur ini ke makanannya. Dia akan mati perlahan seperti ibunya. Takkan ada yang berpikir kalau dia….” Lelaki itu tak melanjutkan ucapannya. “Bagus. Aku ingin mereka mati pelan-pelan. Aku muak dengan mereka terutama Isyana. Tuan putri yang mencuri semuanya dariku,” kata Sofia. Aku meremas sapu tangan yang kupegang. Rahangku mengeras, kepalaku penat sekali sampai seperti mau meledak. Aku ingin melabrak mereka sekaran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN