Bab 57

1029 Kata

Mobil baru berhenti di depan pintu utama. Aku membuka pintu dan berlari menuju ruangan Tobias seperti orang yang kesetanan. Lelaki itu bangun di saat yang tepat. Bersama Tobias aku bisa melakukan segalanya. Apapun kondisinya, asal Tobias ada aku akan menjaganya dan melindunginya. “Tobias!” Aku membuka pintu dengan kebahagiaan yang sulit digambarkan. Dia sedang minum air putih, dibantu seorang perawat yang selama ini khusus merawat Tobias. “Isyana,” lirihnya sambil tersenyum. “Tobias!” Aku berlari dan segera memeluknya erat. Menangis sambil tertawa. Tertawa sambil menangis. “Aku senang sekali. Akhirnya kamu bangun, saudaraku!” Aku kembali memeluknya erat. “Aku senang kamu selamat, Isyana.” Suara Tobias sangat serak, tapi masih bisa kudengar dengan baik. “Aku hanya sedikit terluka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN