32

1027 Kata

Hal yang paling melukai dirinya adalah ketika ia melihat Raina terluka. • • • Di tengah ruangan sunyi berlantai pualam dengan luas 12x12 meter, Raihan terus gelisah dan tidak bisa tidur. Bukan cuma karena memikirkan kondisi bundanya yang sampai detik ini tidak ada kemajuan, atau karena memikirkan Adnan yang belum juga ada kabar di mana anak itu tinggal. Tetapi Raihan merasa ada hal lain yang tidak dia ketahui, namun menjadi pemicu utama kegelisahannya malam ini. Drt drt drt Nomor tak dikenal tertera pada layar ponselnya. Raihan mengangkatnya dengan kerutan rapat pada dahinya. Siapa yang meneleponnya tengah malam begini? "Hallo, Raihan," Belum sempat Raihan mengeluarkan suara, seseorang di seberang sana sudah menyambar duluan. Meskipun terdengar gemetar diiringi isakan, tetapi Raihan s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN