Dia ingin bicara, tetapi mulutnya mendadak bungkam, tidak bisa dibuka sama sekali. Sehingga tidak ada kata-katanya yang mampu dia keluarkan. • • • "Tapi kenapa lo mau diajak ke tempat begituan?!" Raihan membentak, kalap. Rasa kesalnya pada Raina yang selalu menurut pada Clara sungguh meluap begitu saja. "Gue gak tau, Raihan! Gue gak tau! Gue cuma dipaksa! Gue dipaksa pakai baju itu! Gue juga dipaksa buat nemenin laki-laki mabuk yang gak gue kenal! Dan laki-laki itu juga cium bibir gue secara paksa!" Raina teriak-teriak, frustasi. Dia tidak kuat lagi menahannya. Dia tidak kuat hingga tangisannya kembali pecah dan makin menjadi-jadi. Gadis itu mencubit-cubiti bibirnya seperti orang gila. "Aina, berhenti!" Alih-alih Raihan menjauhkan tangan Raina agar gadis itu berhenti melukai bibirnya.

