Hari Pernikahan

2039 Kata

"Agam!" Jazmin mendorong pintu ruangan dengan sekuat tenaga, sehingga menghasilkan bunyi yang tidak biasa dan membuat Agam tersadar dari tidurnya yang baru saja di mulai. Di sisi ranjang kiri Agam, ada Aksa yang menjaga. Ya, berita yang pagi ini Jazmin dengar adalah Agam meminta Aksa untuk menggantikannya menjadi mempelai pria. Aksa memperhatikan Jazmin sebentar dan dilanjutkan melirik ke pintu yang tadi dibuka. Benar, Rene dan Bian yang mengantarkan Jazmin. "Kenapa disini? Kau seharusnya ke altar, Sayang," tutur Agam sembari berusaha mengusap pipi Jazmin. Namun, tidak jadi karena tenaganya begitu lemah. Jazmin menangis tersedu-sedu dan memeluk punggung tangan Agam. Dia menggelengkan kepalanya dan tidak bisa menerima kenyataan Agam yang semakin melemah. "Bagaimana akan ke altar pernik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN