Sudah enam bulan berlalu dan tidak ada yang berubah. Bagi Aksa, Jazmin seolah-olah hilang ditelan bumi. Aksa juga merasa jika Jazmin tidak lagi sayang Aaron dan Jourell. Mika datang dengan membawa segelas teh hangat di pagi yang mendung seperti ini. Wanita itu telah berpakaian rapi dan sepertinya akan pergi untuk bekerja di suatu tempat. "Ayah, ini teh hangatnya," ucap Mika, dia terbiasa memanggil Aksa dengan sebutan ayah karena untuk sekalian mengajari Aaron dan Jourell. "Terima kasih. Tapi, diluar mendung? Apa tidak bisa dicancel? Pertemuan dengan siapa, sih?" Mika tersenyum tipis dan mengambil alih duduk di perpotongan paha Aksa. Dia mencium bibir Aksa lebih dulu, tapi sepertinya Aksa hanya merasakan hambar saja. Beda cerita jika Jazmin yang melakukannya, mungkin sudah diserang mum

