"Aksa, kemari ...." Finanda menarik Aksa sampai membawa laki-laki itu ke ruangan sepi yang ada di pusat kantor Aldef Brich. Kebetulan, Aksa sedang ada urusan di Aldef Brich dan mengikuti rapat sebagai direktur utama atau pemegang saham terbanyak disana. "Lepas," tepis Aksa dengan ksar walau kakinya mengikuti kemana langkah Finanda membawanya. Finanda menahan nafasnya dan berusaha untuk sabar sampai mereka berada di ruangan yang sepi. Fiananda pun menatap Aksa dengan penuh makna tersirat. "Kau marah padaku karena Jazmin?" "Kalian membunuh anakku. Bagaimana bisa aku tidak marah saat buah hatiku tidak lahir ke dunia gara-gara ulah kalian," sarkas Aksa, sorot matanya begitu menggambarkan kebencian yang mendalam. "Aku tidak ikut campur, Aksa. Buat apa aku begitu? Aku sudah memperingati Ja

