Mimpi buruk

1173 Kata

Grivena Athalia POV Jantungku berasa tak beraturan. Sangat sering mengambil nafas, namun dadaku masih merasa sesak. Aku merasa jijik dengan tangan berlendir yang kini menahan kaki kananku. Orang yang selama ini kucari sedang meringkik dan memohon kehidupan. Namun entah kenapa aku jadi merasa kasihan padanya. Amir. "Aku tidak tahu kenapa ...," lirihku tertahan. Bersatu dengan geraman. "Kenapa aku harus bersimpati padamu. Pada orang yang telah menghancurkan mimpi dan keluargaku." "Kumohon Vena, kumohon maafkan aku. Kau bisa membunuhku sekarang. Tapi tolong jangan putraku. Biarkanlah dia hidup. Kumohon ..." Aku melihat sekeliling rumah yang berantakan. Darah berceceran di mana-mana. Potongan tubuh saling terpisah berjauhan. Di atas panci ada kepala. Di atas jemuran menggantung tubuh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN