Dendam

1805 Kata

Nara terbangun pukul 8 pagi. Kepalanya mendadak pusing. Dia merasa bingung saat mendapati dirinya tidur sendirian di kamar hotel. "Ah. Aku kalah minum lagi," gumam Nara saat kesadarannya sudah kembali. "Bocah itu hebat juga. Apa dia membawaku ke sini? Apa aku membuat kesalahan semalam? Apa aku ada salah ngomong? Arghh. Aku tidak bisa mengingat apapun." Nara meremas kepalanya. Lalu melihat ke sekeliling kamar hotel. Merapihkan rambutnya lalu berdiri sambil menyambar tas hitam yang tergeletak di lantai. Nara buru-buru keluar dari kamar hotel. Dia tidak sempat merapihkan make upnya atau bahkan pergi ke kamar mandi. Langkah yang tergesa-gesa menggema di lorong hotel. Nara masuk ke dalam lift dan menekan angka 1 berkali-kali hingga pintu tertutup. "Sial. Apa yang akan rekan kerjaku bica

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN