Pukul lima. Nara sudah mengurus semua izin untuk kamping. Mereka menuju ke hutan lewat jalan belakang. Ketiga teman Vena sedang memancing. Sementara Ichiro berusaha menyalakan alat pembakar. "Apa dia akan datang?" tanya Vena ketika Nara menghampirinya. "Tentu saja. Dia harus datang," jawab Nara. Dari kejauhan muncul sesosok laki-laki. Memakai kaus dan celana pendek berwarna coklat. Rambutnya berantakan menutupi poni. Ransel besar menggantung di bahunya. Menampah aura anak petualang. "Kau mengajaknya?" tanya Nara tak percaya. "Anggap saja ini acara perpisahan," ucap Vena pelan. Dia lalu berjalan mendekati Arata. Mengusap rambut Arata dengan lembut lalu mencium pipinya. Melihat itu, Nara merasa ingin muntah. "Kamu baik-baik saja?" tanya Ichiro sembari menghampiri Nara. "Kamu sepe

