Vena bersembunyi di balik pohon. Walau suara sehening alam, namun dia bisa tahu ada banyak bahaya yang mengintai. Layaknya area pribadi mafia, perjagaan di pasang di banyak sudut. Kegelapan tak bisa menunjukkannya, namun indra pendengaran Vena yak peka masih bisa memprediksi. Ada penjaga di setiap pohon yang da di depan Vena. Gadis itu tak ingin beranjak sebelum ada sesuatu yang membuatnya yakin ada sesuatu di sana. "Sssstt. ..," terdengar sesuatu mendesis. Vena menahan nafasnya. Seekor ular merayap dari kaki ke perut Vena. Gerakannya yang licin membuat Vena teringat kepada Nara. Saat ular besar itu sudah melewati Vena, barulah gadis itu dengan tenang bernafas lagi. Vena mengambilnya, lalu melempar ular itu ke sembarang arah. Suara gedebuk terdengr dan nampaknya seseorang jatuh dari

