perpisahan

1105 Kata

"Mari kita keluar." Nara menuntun yang lainnya keluar dari bangunan itu. Dia menemui Vena. "Kupikir kamu tidak akan datang," ucapnya kemudian mengelus kepala Vena yang dipenuhi darah. "Terima kasih." "Vena ... ini kamu?" Arata menghampiri Vena. Gadis itu masih tersenyum. "Kamu berdarah." "Ini bukan darahku," tukas Vena. "Pergilah, ikuti Nara." Dia meminta Arata. "Kenapa kamu melakukan ini?" "Lalu aku harus melakukan apa? Kalian berada dalam bahaya karena diriku. Seseorang mengincar mataku," ucap Vena. "Karena itu kumohon, jangan membuatku semakin berdosa dengan membiarkan kalian mati." "Kamu bisa memanggil polisi, kan? Kenapa harus kemari?" Dor. Peluru melesat ke belakang Arata. Laki-laki itu berubah tegang. Takut dan syok bercampur jadi satu. Sementara Vena masih bisa tersen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN