Camp Today

1500 Kata
    Jam 4 pagi, Nicole dan Morgan sudah bangun untuk mengecek barang lagi sebelum mereka siap-siap untuk membersihkan badan. Setelah selesai membersihkan badan, mereka pun sarapan terlebih dahulu agar nanti di tengah jalan tidak masuk angin. Setelah selesai makan, mereka mengecek barang-barang lagi agar tidak ada yang ketinggalan lagi. Sehabis mengecek itu, mereka pun berangkat tetapi sebelum ke sekolah Morgan dan Nicole menjemput Renata dulu.      Mereka pun pergi ke rumah Renata dan ternyata Renata sudah siap hanya dia tinggal pakai sepatu saja. Setelah selesai semua, mereka semua pamit ke orang tuanya Renata dan siap berangkat. Renata berangkat dengan Nicole tetapi untuk mobil yang nyetir Renata. Renata mau nyetir karena diminta tolong oleh Nicole.      Sesampai disekolah, mobil Morgan dan Nicole parkir pararel di depan tempat bisnya parkir. Setelah parkir mobil, semua turun termasuk barang bawaan Renata, Nicole, dan Morgan. Setelah itu, mereka pun langsung ke ruang guru dan memberitahu kalau mobilnya sudah di depan. Setelah memberitahu semua guru yang ada diruang guru, Pak Bram dan Bu Rina keluar mengikuti Morgan dan Nicole untuk mengecek mobil. Saat sudah di lantai bawah dekat tempat parkir, mereka melihat mobil yang dinaiki Morgan dan Nicole. Mereka meminta Morgan untuk yang megang kendali mobil yang Nissan, sedangkan untuk yang Hummer mereka masih bingung untuk mencari yang megang kendali mobilnya. Morgan memberi ide untuk diberi ke Sean yang menyetir mobil tersebut dan guru tersebut setuju dan segera memanggil Sean untuk diberi wewenang untuk menyetir mobil Hummer. Setelah selesai membahas itu, mereka pun disuruh kumpul oleh kepala sekolah di aula dan mulai memberi penjelasan sebentar. Setelah itu, mereka pun berdoa bersama-sama dan mereka pun langsung menuju kearah bis. Sedangkan Morgan dan Sean di suruh tunggu untuk membantu membawakan beberapa barang yang diperlukan oleh sekolah pada saat nanti. Setelah memasukan barang, Pak Bram, Bu Shera, dan Bu Alexa naik mobil Morgan. Sedangkan yang naik Hummer adalah Pak Yo, Bu Arini, Pak Paulus, Bu Rasti, Bu Tere, dan Pak Tri. Mereka pun berangkat setelah 30 menit bis berangkat. Saat ditengah perjalanan mereka bertemu dengan bisnya dan ketika itu juga Renata melihat Mobil Morgan lewat. Siswa yang di bis pun ramai melihat mobil yang lewat. Mereka di bis saling menyanyi dan lainnya. Untuk yang di mobil sedang mendengarkan lagu. Morgan dalam menyetir mobil di tol seperti ini kecepatan yang dicapai adalah 120 km/jam paling cepat karena berhubung sepi.      Sesampai di Villa, Morgan melihat jam tangan yang dia pakai dan dia menempuh kurang lebih 2 jam 30 menit dan 5-10 menit kemudian disusul oleh Sean. Setelah sampai, guru-guru yang dibantu oleh Morgan dan Sean mulai mengurus kamar dan lainnya. Mereka melakukan itu sembari menunggu yang lain. Mereka pun menunggu kira-kira 1 jam baru bisnya datang. Setelah turun, Nicole dan sahabatnya semua pergi ke Morgan dan Sean tanya sudah menunggu berapa lama dan Morgan bilang 1 jam an. Mereka pun kaget, karena mereka naik bis aja dalam keadaan sepi kok mobil bisa lebih cepat jauh banget. Kemudian Andre tanya kecepatan yang ditempuh berapa dan Morgan bilang 120 km/jam itu bisa dalam 10-20 detik kecepatannya bertahan. Setelah selesai bercakap-cakap, mereka melanjutkan aktivitas dari acara yang ada.     Acara pertama adalah menaruh barang bawaan mereka ke kamar dan setelah itu, disuruh kumpul di aula untuk pembentukan kelompok. Saat pembentukan, Morgan satu kelompok dengan Renata, Sean, Ce Amanda, Dinda, Ce Vika, Jason, Andre dan Nicole. Mereka pun senang dapat satu kelompok. Setelah selesai pembagian kelompok, mereka pun makan siang dan setelah itu, mereka disuruh membuat yel-yel dan juga lagu pendek untuk kelompok mereka. Selain mereka membuat itu, mereka juga latihan untuk lomba sekitar 3,5 bulan lagi. Mereka pun ada yang nyanyi, ada yang memainkan kajoon, ada yang main gitar. Saat tengah main musik, tiba-tiba ada Renata lihat seseorang yang sedang mengintip mereka memainkan musik dan Renata langsung ngomong dengan yang lain kalau dia melihat seperti ada Ko Andri. Semua pun tidak percaya apa yang diomongi oleh Renata.      Sehabis itu, mereka lanjut latihan lagi sampai jam 12 siang. Saatnya itu, semua makan siang sambil mengobrol bareng. Setelah itu, mereka lanjut untuk membahas lagi tentang yel-yel dan lainnya. Sekitar jam 4 mereka lanjut mengikuti seminar sebentar. Setelah itu, mereka melanjutkan untuk membahas yel-yel untuk persiapan nanti malam.     Waktu malam hari, banyak yang tampil di aula dari ada yang nyanyi sampai ada yang dance termasuk kelompok Morgan. Sehabis itu, Pak Bram minta tolong kepada Morgan, Renata, dan Sean untuk membelikan cemilan di supermarket dekat villa. Mereka di supermarket tersebut beli cemilan untuk guru-guru dan juga untuk mereka di villa.      Ketika perjalanan pulang ke villa, tiba-tiba mereka dikepung semua sisi oleh gengn motor dan ketika itu juga, mereka diam dimobil sebentar sambil menyuruh Renata untuk tunggu dimobil sambil menelepon polisi. Setelah itu, Morgan dan Sean pun turun untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Tetapi ditengah Morgan mau memukul salah satu orang di geng tersebut, Morgan ke tahan dan langsung dipukul dan ditonjok oleh 2 orang digeng tersebut. Ketika itu juga, polisi langsung datang dan para geng tersebut kabur, tetapi ada 2 orang dari tersebut tertangkap oleh polisi. Setelah itu, Morgan dituntun oleh Sean untuk masuk mobil dan mobilnya disetir oleh Sean untuk kembali ke Villa.     Ketika sampai di villa, semua guru melihat muka Morgan lebam dan Bu Shera bertanya ke Renata kenapa muka Morgan bisa menjadi gini, Renata pun langsung menjawab bahwa dia habis di pukul dan di tonjok oleh geng motor. Setelah mengobrol itu, tiba-tiba Renata ditelepon oleh polisi untuk disuruh pergi ke kantor polisi untuk menjadi saksi dan Morgan serta Sean juga disuruh ikut. Saat itu juga, Beberapa guru dan murid ikut untuk menemani di kantor polisi.     Ketika sampai di kantor polisi, Mereka diantarkan ke ruang interogasi oleh salah satu polisi. Ketika itu juga, semua pun ikut ke dalam ruangan tersebut. Saat semua masuk, salah satu guru keluar sebentar untuk menelepon guru yang ada di villa untuk menyuruh semua murid untuk bersiap-siap karena besok harus pulang demi keselamatan bagi semua. Semua pun langsung istirahat untuk persiapan besok pulang.     Morgan dan lainnya ketika masih di kantor polisi untuk menjadi saksi. Ketika polisi beberapa kali tanya, orang tersebut tidak mau menjawab jujur sampai akhirnya ditegasi baru mau jawab jujur bahwa dia disuruh oleh ketua gengnya yang bernama Ko Andri. Morgan setelah mendengar itu, langsung tidak bisa menahan emosinya dengan mukanya merah. Ketika itu juga, Morgan langsung ditenangkan oleh Sean, karena ketika itu, Sean langsung lihat Morgan saat orang itu bilang anak buahnya Ko Andri. Mereka pun, menunggu sampai jam menunjukan pukul 2 pagi. Setelah itu, mereka pun kembali ke villa untuk meringkas barang-barang mereka dan langsung kembali ke Semarang. Untuk mobil Skylinenya di setir oleh Sean dan mobil Hummernya disetir oleh Pak Bram. Untuk murid yang ikut pulang adalah Dinda, Morgan, dan Renata yang naik mobil Skyline dan mobil Hummer yang ikut adalah Yessie, Nicole, Pak Bram, Bu Shera, Pak Yo, Pak Paulus, Jason, dan Bu Alexa. Mereka berangkat dari villa tersebut pukul 4 pagi. Mereka sebelum berangkat, pamitan sama guru-guru untuk memberi kabar jika mereka pulang duluan.      Mereka pun berangkat dengan iring-iringan. Saat ditengah perjalanan, Sean minta gantian setir dan ketika itu juga, Sean dan mobil Hummernya pun berhenti sebentar di pompa bensin tempat pemberhentian. Awal pada saat dipemberhentian, Morgan minta mau nyetir tapi langsung ditahan oleh Renata karena Morgan masih keadaan lemas. Akhirnya Dinda yang menggantikan Sean untuk menyetir dan mereka lanjut jalan sampai di sekolah.     Saat sampai disekolah jam sudah menunjukan pukul 07.30 pagi dan ketika itu juga, Morgan dalam keadaan tidak sadar dan langsung oleh Sean diantar ke rumah sakit naik Hummer. Sedangkan untuk mobil Skylinenya dibawa oleh Dinda kerumah sakit dan beberapa guru juga ikut ke rumah sakit. Di tengah perjalanan Renata langsung telepon orang tuanya Morgan untuk memberi tahu bahwa Morgan masuk rumah sakit dan sekarang ada dirumah sakit di Semarang.      Saat sampai disana, Morgan langsung ditangani oleh dokter dan orang tuanya pun datang dengan Ce Lovi. Renata pun khawatir dengan keadaan Morgan yang sekarang sedang ditangani oleh dokter. Mereka menunggu kira-kira 2 jam. Ketika dokter keluar, Dokter tersebut memanggil orang tuanya dan memberi kabar bahwa Morgan sedang gegar otak ringan dan kemungkinan bisa sembuh beberapa hari lagi. Setelah mendengar itu, Orang tuanya Morgan dan Ce Lovi langsung masuk ke kamar Morgan. Setelah itu, mereka bergantian masuk ke kamar Morgan. Ketika Renata masuk, dia langsung menangis sejadi-jadinya. Saat tahu Renata menangis, Ce Lovi langsung menenangkannya sambil Renata memegang tangan Morgan. Sampai beberapa menit kemudian, Renata merasakan ada gerakan tangan Morgan yang artinya mulai sadar dan ketika itu juga Renata memanggil orang tuanya Morgan untuk masuk karena Morgan sudah sadar. Setelah mengetahui itu, Ce Lovi memanggilkan dokter dan dokter mengeceknya.      Ketika dokter sudah selesai mengeceknya, Dokter memberikan kabar gembira bahwa Morgan sudah bisa pulang dan harus tetap istirahat dirumah. Semua pun senang.      Om Ray pun langsung pergi ke bagian administrasi untuk membayar semua pengobatan Morgan. Sehabis itu, Morgan pulang dengan orang tuanya, sedangkan mobil Skylinenya dibawa oleh Renata dan Mobil Hummer dibawa oleh Sean. Sekalian Sean, mengambil motor Andre yang kemarin dititipkan dirumah.      Sesampai di rumah Morgan, Morgan dituntun ke kamarnya sambil ditemani oleh Renata. Mereka pun ngobrol-ngobrol dulu. Beberapa menit kemudian, Sean memanggil Renata untuk pulang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN