Friend Die

1988 Kata
            Ketika menginjak bulan Mei, yang dimana Dinda bulan itu ulang tahun. Mereka semua pun mau memberi sebuah kejutan, tetapi mereka mulai untuk membahasnya 2 minggu sebelumnya.   2 minggu sebelum hari ulang tahun Dinda……             Ketika hari jumat, Morgan pun tiba-tiba inget 2 minggu lagi Dinda Ulang tahun. Morgan pun ngomong ke teman-temannya untuk nanti malam kumpul bareng untuk membahas kejutan untuk ulang tahunnya Dinda. Mereka semua pun setuju, tetapi mereka janjian itu ketika Dinda sedang ke toilet.             Ketika Dinda datang, mereka pun bersikap seperti biasa dan mengobrol bareng dinda lagi. Mereka pun mengikuti pelajaran lagi dengan baik. Sampai bel berbunyi, mereka siap-siap pulang.             Setelah keluar kelas, mereka pun berkumpul sebentar ngobrol bareng sama Dinda. Setelah itu, mereka semua pun pulang, Morgan mengantar Dinda pulang dengan naik motor milik Nicole. Morgan pun mengantar pulang Dinda tidak masuk ke rumahnya, Morgan langsung pamit pulang.             Setelah sampai dirumah, Morgan pun langsung mandi dan siap-siap untuk pergi ke café dengan Nicole dan Morgan juga menjemput Renata. Mereka pun berangkat jam 6 untuk jemput Renata.             Sampai dirumahnya Renata, Morgan pun turun sebentar untuk mengobrol dengan keluarganya Renata. Jam 18.45, mereka pun pamit untuk pergi dulu. Mereka pun akhirnya sampai di café tersebut pukul 7 lebih sedikit. Mereka langsung mulai membahas mau kejutan apa ke Dinda, sampai akhirnya mereka setuju untuk memberi sebuah kejutan sepatu khusus untuk menyetir motor. Mereka akan memberi kejutan dirumahnya Dinda. Mereka juga akan memberikan sebuah alat music gitar yang didambakan oleh Dinda. Setelah itu mereka pun makan sambil mengobrol tentang hal lain. Mereka mengobrol sampai jam 9 malam, Setelah mereka semua pun pulang. Morgan mengantar Renata terlebih dahulu sebelum pulang ke rumahnya.             Setelah sampai dirumah, Morgan dan Nicole pun belajar untuk besok. Setelah belajar, mereka telepon sebentar dengan pacar masing-masing. Mereka mengobrol sampai jam 12 terus tidur.   Tepat 3 hari sebelum hari ulang tahun Dinda……             Sehabis pulang sekolah, Morgan mengantar Dinda pulang dulu. Ketika Morgan mengantar Dinda naik motor, Nicole dan yang lain menunggu Morgan di warung yang dulu menjadi tempat nongkrong mereka.           Sekitar 30 menit kemudian, Renata mendengar suara motor Morgan yang keras dan ketika mendengar itu, semua langsung siap-siap berangkat. Ketika Morgan datang, Renata pun pindah naik motor dengan Morgan, Nicole pun pindah ke motor Sean sedangkan Jason yang tadi naik motor bareng Sean menggantikan yang menyetirkan motor Nicole. Setelah itu, semua pun berangkat ke mall untuk membeli hadiah untuk Dinda.             Sesampai disana, mereka langsung parkir motor dan mobil Honda Civic milik Sherin secara valet. Setelah parkir, mereka membagi 3 kelompok. Ada yang mencari sepatu, ada yang mencari buku novel kesukaan Dinda dan ada yang kemungkinan mau membelikan tas untuk Dinda. Setelah dibagi itu, 3 kelompok itu langsung mulai jalan. Mereka pun janjian untuk ketemuan nanti di restoran milik papanya Jason. Mereka mencari sampai jam 6 sore dan akhirnya yang selesai duluan adalah kelompok Morgan yang mencari sepatu. Setelah selesai itu, Mereka pun langsung memesan makan dan menunjukan hadiah yang akan diberi untuk Dinda. Sambil menunggu makanan datang, mereka pun membahas untuk memberi kejutan ke Dinda pada hari sabtu lusa. Akhirnya makanan mereka datang dan mereka pun makan. Sekitar jam 8 malam, mereka pun pulang sendiri-sendiri, kecuali Renata diantar oleh Morgan.             Sebelum pulang, Morgan mengantar Renata pulang. Morgan tidak turun dulu, dia langsung pulang karena harus belajar untuk persiapan ulangan 2 minggu lagi. Sesampai dirumah, Morgan dan Nicole pun belajar bareng. Mereka belajar sampai jam 11 malam, setelah itu tidur.             Besok tepat tanggal merah, Morgan dan Nicole diajak oleh papa dan mamanya ke rumah Renata. Orang tua mereka sedang mengadakan sebuah rencana liburan seperti honeymoon berempat dengan orang tuanya Renata. Mereka pun berangkat jam 10 pagi kerumahnya Renata dan yang setir mobil Alphard adalah Morgan.             Ketika sampai dirumahnya Renata, Mereka disambut oleh orang tua Renata. Orang tua Morgan-Nicole dan Orang tua Renata pun mengobrol, sedangkan yang lain merasa bosan, akhirnya mereka diboleh pergi jalan-jalan dengan bertujuh ke mall dengan naik mobil Alphard.             Ketika sampai dimall, mereka pun jalan-jalan sambil lihat-lihat baju dan juga mereka beli es krim untuk cemilan. Sekitar jam 2 siang, mereka pun pulang ke rumah Renata. Ketika sampai dirumahnya Renata, orang tua mereka sedang mau makan siang dan kebetulan mereka diajak makan siang.             Setelah selesai makan, mereka ngobrol lagi sebentar dan setelah itu pulang kerumah karena jam sudah menunjukan pukul 5 sore. Sebelum pulang, mereka beli makanan untuk makan malam.             Sesampai dirumah, Morgan, Nicole, Ce Lovi dan adik mereka latihan alat music dengan menggunakan lagu Rapsodi – JKT48. Setelah latihan itu, mereka makan malam dulu. Setelah itu, mereka mengobrol bareng sampai jam 9 lebih terus masuk kamar masing-masing. Sesampai dikamar, Morgan mencoba untuk dance dengan lagu yang dia pasang. Setelah itu, Morgan pun tidur.             Besok pagi, Morgan dan Nicole bangun pagi untuk olahraga. Setelah itu, mereka pun makan pagi dan mandi. Setelah itu, mereka menunggu Andre dan yang lainnya datang untuk persiapan kerumahnya Dinda. Sambil menunggu, mereka memanaskan mobil Honda BRZ dan Honda Civic.             Ketika sedang memanaskan mobilnya, tiba-tiba Renata, Vika, dan Amanda datang dengan naik 2 mobil dan 1 motor. Sekitar 10 menit kemudian, yang lainnya pun datang ke rumah Morgan. Saat itu juga, Morgan dan Nicole langsung siap-siap untuk berangkat ke rumah Dinda. Mereka semua berangkat naik 5 mobil yaitu, Mercedes Benz, BMW, Porsche, Civic, dan Yaris. Mereka pun berangkat beriringan sambil membawa beberapa kado milik Dinda. Mereka di mobil sambil bernyanyi-nyanyi.             Ketika sampai didepan rumah Dinda, Mereka mengetuk pintu dan kebetulan yang buka adalah Dinda, langsung diberi kejutan Happy Birthday Girl sama semua temannya. Dia pun langsung menangis terharu karena teman-temannya. Orang pertama yang memberi kado adalah Morgan. Hadiah tersebut adalah sepatu untuk naik motor yang disukainya. Kemudian dilanjut dengan hadiah lain dari temannya. Setelah diberi kado, Dinda langsung ingin mencoba sepatu tersebut dengan naik motor mengelilingi perumahan sebentar. Ketika dia baru berangkat, Morgan langsung meminjam motornya Andre untuk mengikuti Dinda agar aman.             Ketika mendekati sebuah sekolah yang ada diperumahan, Morgan tiba-tiba melihat ada sebuah motor dari jarak agak jauh yang menyetir secara ugal-ugalan. Ketika Morgan mengikuti Dinda belok ke arah balik rumah, tiba-tiba Dinda disalip oleh motor tadi yang sangat dekat dengan Dinda. Yang ketika itu juga Dinda tidak bisa mengendalikan motornya yang juga jalannya agak kencang, akhirnya Dinda jatuh dan terguling-guling sampai ke bawah dekat dengan sungai. Ketika itu juga Morgan langsung kaget kepalang melihat hal itu. Morgan langsung mempercepat motornya ke tempat Dinda terguling dan ketika sampai disana terlihat motornya terbakar. Morgan pun langsung turun untuk menyelamatkan Dinda yang untungnya tidak terkena apinya. Morgan pun langsung mengangkat Dinda ke atas. Ketika juga langsung banyak warga yang berdatangan untuk menyelamatkan Dinda.             Ketika Dinda sudah dinaikkan ke atas, Morgan langsung menelepon Nicole untuk memberi kabar bahwa Dinda kecelakaan dan ketika itu juga Morgan sedang dalam perjalanan ke rumah sakit, karena lukanya di kepala, tangan dan kaki Dinda yang parah. Morgan juga memberitahu tempat rumah sakitnya. Setelah Nicole tahu, Nicole langsung menyuruh semuanya dan juga orang tua Dinda untuk pergi kerumah sakit itu.               Ketika sampai di rumah sakit, orang tua Dinda langsung ke ruang tunggu UGD. Ketika sedang ditenangkan oleh Nicole dan Renata, tiba-tiba ada dokter yang keluar dan memanggil orang tua Dinda dan memberitahu bahwa anaknya sudah sadar dan bisa dijenguk, tapi hanya boleh beberapa orang saja.           Orang tuanya Dinda pun langsung masuk ke ruangan yang telah dipindahkan ke ruang perawatan. Tiba-tiba Dinda berbicara ke orang tuanya untuk memanggilkan Morgan, Renata, Nicole, Andre, dan Lidya untuk ke kamar. Ketika itu juga papanya Dinda pun langsung memanggil mereka untuk masuk dan Dinda menyuruh orangtuanya keluar sebentar.             Ketika Morgan dan Renata mendekati Dinda, tiba-tiba tangan Dinda memegang tangan Morgan dan Renata untuk disatukan. Setelah itu Dinda, minta Morgan memanggilkan orang tuanya.  Orang tuanya pun masuk dan menciumi Dinda sebagai tanda rasa sayang agar segera sembuh, tetapi setelah itu Dinda langsung kejang-kejang dan Morgan langsung memanggil dokter dengan menekan bel. Dokter pun langsung datang dan mengeceknya. Ketika itu juga Dinda tenang, tetapi dalam keadaan tidak sadar dan tiba-tiba layar detak jantungnya langsung lurus. Dokter pun langsung mengambil alat untuk memberi kejut jantung, tetapi hal itu tidak berhasil dan diberi info bahwa Dinda sudah tidak ada. Langsung semua yang perempuan menangis, Renata pun menangis dipundak Morgan.                     Setelah tenang, mereka semua pamit untuk pulang dulu, agar orang tuanya lebih tenang. Mereka semua langsung ke rumah Morgan dan disana mereka memainkan music tentang mengenang masa lalu. Yang cewek-cewek pada menangis semua mendengarkan lagu ini untuk mengenang Dinda sebagai sahabat. Setelah semua merasa tenang, mereka pun pulang, kecuali Renata diantar oleh Morgan pulang dan mobilnya ditinggal dirumah Morgan dulu. Saat diperjalanan Renata menangis terus, sampai Morgan pun menenangkan dan Renata dibujuk agar tabah. Ketika sampai dirumahnya, Morgan pun menurunkan sambil dirangkul. Ketika pintu dibuka, Ce Hani menemaninya ke kamarnya, sedangkan Morgan mengobrol dengan Ko Hans tentang hal mengapa kok Renata bisa menangis. Setelah mengetahuinya, Morgan ijin pulang karena sudah malam. Ketika pulang Morgan melewati jalan yang tadi tempat kecelakaan tersebut. Morgan berhenti disana dan melihat sesuatu seperti gelang. Ketika Morgan mengambil dan melihatnya tulisan yang ada digelang tersebut, dia menjadi kesal karena gelang yang dipegang adalah gelang gengnya Andri. Setelah melihat gelang itu, dia pun langsung membawa gelang itu pulang sebagai tanda bukti atas meninggalnya Dinda. Sesampai dirumah, Morgan langsung mengetuk pintu kamar Nicole dan memberi sebuah informasi tentang penyebab meninggalnya Dinda. Setelah Nicole tahu, Nicole pun meredakan emosi Morgan. Setelah itu, Morgan disuruh tidur dan biar besok segar saat melayat Dinda. Besok pagi jam 9 sudah pada datang kumpul ke rumah Morgan dan siap pergi ke rumah Dinda untuk didoakan. Mereka pun berangkat beriringan dengan naik motor, supaya mudah untuk parkir kendaraan. Sesampai disana, yang perempuan semua pada menenangkan mamanya Dinda yang sedang menangis. Disana juga sedang ada doa dan siang nanti akan dikubur di tempat kuburan yang lumayan agak jauh. Setelah selesai didoakan, Almarhum Dinda langsung dibawa naik ke mobil jenazah. Yang lain pun mengikuti dibelakang mobil orang tua Dinda. Mereka pun nyetir motornya tidak cepat-cepat. Sesampai di tempat kuburan, mereka pun menenangkan diri dan menahan untuk tidak menangis atas meninggalnya Dinda. Mereka pun mendoakan Dinda agar dapat pergi dengan tenang. Setelah selesai pemakaman Dinda, mereka langsung pulang ke rumah Morgan dulu untuk bisa menenangkan hati. Di rumah Morgan mereka di beri cemilan dan makanan. Setelah selesai itu, mereka menunggu sampai tenang baru pulang dan Renata pun naik mobilnya sendiri pulangnya, tetapi dia diberi pesan oleh Morgan untuk pelan-pelan dan jika mau menangis berhenti dulu di pinggir jalan. Setelah itu, Renata pun pulang dan dia juga tidak lupa untuk pamit dengan yang lain. Dia pun juga sudah merasa tenang atas kepergiannya sahabatnya. Besok adalah hari senin, dimana hari itu ada upacara. Upacara ini juga untuk mendoakan teman mereka yaitu Dinda Theresia yang telah meninggal dan ditengah-tengah upacara tersebut, mereka memberi sebuah penampilan terakhir kali dance untuk mengenang masa sama Dinda. Sehabis itu penutupan upacara dan dilanjut dengan kelas seperti biasa. Mereka mengikuti sekolah dengan baik, tetapi untuk masalah orang yang mencelakai Dinda masih belum mereda dihati mereka. Ketika bel pulang berbunyi, semua pun keluar kelas dan langsung pergi ke kantor polisi untuk memberi sebuah bukti bahwa yang kecelakaan Dinda tidak tunggal. Mereka berangkat beriringan. Sesampai di kantor polisi, mereka pun minta bertemu dengan polisi yang kemarin membantu untuk menangani masalah kecelakaan Dinda. Setelah bertemu, mereka dipersilahkan duduk dan mereka langsung memberi sebuah barang bukti bahwa itu adalah gelang yang ditemukan di TKP. Polisi tersebut segera memanggil anggotanya dan juga Morgan, Andre, Jason, dan Joshua disuruh ikut sebagai saksi penangkapan tersangka. Mereka pun ikut polisi dengan naik kendaraan milik polisi. Mereka pun langsung berangkat. Ketika sampai dirumah tersangka, tersangka sedang ada dirumah. Ketika mengetahui ada polisi, tersangka langsung kabur lewat belakang. Ketika mengetahui itu, dengan kegesitannya Morgan, dia langsung lari dan menjegal tersangka tersebut dari sisi belakang rumah. Ketika melihat wajahnya, ternyata yang kemarin mencelakai Dinda sampai meninggal adalah Andri. Dia pun langsung ditangkap dan dibawa ke kantor polisi. Sesampai di kantor polisi, dia pun langsung dimasukkan penjara. Akhirnya setelah di sidang, dia mendapatkan hukuman seumur hidup tanpa ada pembebasan. Morgan dan lainnya pun langsung merasa tenang dan lega setelah Andri mendapat hukuman setimpal akibat mencelakai temannya.  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN