Pandemic Situation

1302 Kata
          Setelah Renata dan Reina beserta temannya telah menuntaskan jenjang SMA, mereka melanjutkan kuliah. Mereka ada yang di Amerika, Inggris, Indonesia, dan China. Mereka pun menempuh kuliah dengan sangat sungguh-sungguh. Untuk yang di Amerika adalah Renata, Reina, Lidya, dan Vika. Mereka mengambil jurusan yang berbeda-beda.           Mereka pun dapat mengikuti kuliah dengan baik dan tenang, tetapi beberapa bulan kemudian, terjadi suatu hal yang mengakibatkan mereka harus berjaga-jaga. Hal tersebut adalah terjadinya timbul suatu virus baru di China. Virus tersebut adalah virus Corona dan ketika Renata dan Reina melihat sebuah berita tersebut, mereka langsung berjaga-jaga satu dengan yang lain agar tidak mengakibatkan hal yang tidak diinginkan.           Pada tepat tanggal 1 januari, Renata dan Reina mendapatkan sebuah kabar dari sebuah berita bahwa ada beberapa warga di China pingsan di tengah jalan. Mereka pun bingung karena pingsan tidak ada gejala apa-apa dari berita tersebut. Mereka pun masih berasa tenang dalam hal tersebut. Setelah beberapa hari kemudian……           Mereka berita lagi dan mereka kaget melihat sebuah kabar bahwa orang yang kemarin pingsan terjaring sebuah virus dan sekarang sedang di dalami lagi oleh para ahli. Mereka pun merasa was-was dengan berita yang mengatakan ada yang terjaring virus baru.           Ketika mereka mengetahui hal itu, mereka langsung mengabari semua termasuk Morgan dan Nicole. Mereka juga mengetahui informasi tersebut, tetapi Morgan dan lainnya yang di Indonesia memberitahu bahwa virus yang masih belum tahu namanya tersebut belum masuk. Morgan dan lainnya pun memberi dukungan agar tidak terjangkit virus tersebut. Semua pun pada tenang-tenang karena masih belum tahu virus tersebut apakah menyebabkan kematian atau tidak.           Setelah beberapa hari, Renata dan Reina mendapatkan informasi lagi dari berita soal virus tersebut dan mereka menjadi takut bahwa virus tersebut dapat mematikan dan nama virus tersebut adalah Corona.           Setelah mengetahui virus tersebut, Renata dan Reina memberi informasi tersebut ke semua temannya. Setelah memberitahu informasi tersebut, yang lain juga memberi informasi terutama yang di China bahwa di sana sudah banyak yang terkena virus tersebut dan sekarang sedang diliburkan dulu kuliahnya. Selain itu, yang bukan tinggal di China akan dipulangkan ke negara masing-masing. Yang kuliah di China adalah Ce Amanda. Dia memberi kabar bahwa dirinya masih sehat-sehat saja dan sekarang sedang mengurus kepulangan ke Indonesia. Semua pada berdoa bersama-sama agar diberi kesehatan pada saat ini. Setelah 2 bulan kemudian, Indonesia mulai ada kemasukan virus tersebut dan sekarang sudah ada beberapa orang yang terjangkit virus tersebut. Sekolah mereka pun melakukan pembelajaran secara online sejak saat itu. Mereka pun mengikutinya dengan teratur. Sampai saat lulus, mereka melakukannya secara online juga, karena semakin banyak korban dalam kasus virus Corona ini. Ketika saat liburan tersebut mereka mempergunakan waktunya untuk belajar kerja di kantor papanya Morgan dan juga belajar untuk persiapan masuk kuliah nanti yang diambil. Morgan mengambil jurusan Design Interior dan sedangkan Nicole mengambil jurusan Fashion Design. Mereka nanti akan kuliah di Amerika, tetapi tidak terlalu dekat dengan kampusnya Renata dan Reina. Mereka mengambil kuliah disana, karena sekalian membantu bisnis milik papanya Morgan dan Nicole. Mereka melakukan itu secara bergantian. Mereka berencana berangkat pertengahan Agustus. Ternyata ada teman mereka yang juga kuliah di Amerika dan kampusnya satu kampus dengan Renata dan Reina, teman mereka itu adalah Sherin dan kebetulan juga jurusannya sama dengan Renata mengambil jurusan Fashion design. Ketika 2 hari sebelum berangkat……           Ketika itu mereka membeli beberapa baju dan celana yang akan dibawa ke Amerika. Mereka juga membeli sepatu yang akan dibawa kesana. Mereka membeli buku bacaan seperti novel. Mereka pun juga berteleponan dengan pacar masing-masing untuk memberitahu bahwa mereka akan kuliah di luar negeri, tetapi mereka tidak memberi tahu di negara mana. Ketika menginjak hari H……           Mereka pun bangun jam 5 pagi dan langsung mandi, karena nanti jam pesawat yang naik adalah jam 9 pagi, sehingga mereka jam setengah 7 harus sudah berangkat. Sehabis mandi, mereka mengecek lagi barang yang akan dibawa.           Sebelum berangkat mereka pun makan pagi dulu, mereka makan pagi dulu sambil menunggu Sherin yang berangkat bareng, karena naik pesawat yang sama. Sekitar 10 menit kemudian ketika mereka baru selesai makan, Sherin pun datang dan langsung memasukan barang bawaan mereka seperti koper dan tas ransel. Setelah itu mereka pun berangkat diantar oleh Ce Lovi yang kebetulan lagi mau pergi ke arah sana dengan jam yang berdekatan.           Mereka berangkat dengan naik mobil Honda Accord yang dikemudikan oleh Morgan terlebih dahulu untuk ke bandara. Sebelum berangkat, mereka pun berpamitan dulu, lalu mereka pun berangkat. Ketika diperjalanan ke Bandara, mereka pun ngobrol berbagai macam. Sampai tidak terasa, mereka pun sampai dan mereka pun pamitan dengan Ce Lovi dan saling berangkulan. Setelah itu, mereka pun masuk ke bandara, sedangkan Ce Lovi langsung pergi.Mereka sampai di bandara sekitar pukul 7.30, mereka dengan cepat-cepat untuk check in tiket pesawat dan setelah itu, langsung masuk ke jalur pesawat, yang kebetulan pintu ke arah pesawat mereka telah dibuka.           Setelah masuk ke pesawat, mereka yang kebetulan duduk bersebelahan pun ngobrol berbagai macam lagi. Sampai tidak terasa mereka mengobrol 3 jam dan akhirnya tertidur mereka di pesawat.           Mereka pun tertidur kurang lebih hampir 8 jam dan ketika itu, yang bangun duluan adalah Morgan. Ketika Morgan bangun, yang lain masih tidur dan Morgan langsung membeli minuman yang ada di pesawat. Setelah itu, dia kembali duduk dipeswat. Kurang lebih hampir 1 jam…..           Ketika itu, ada panggilan bahwa sebentar lagi akan mendarat dan semua harap menggunakan sabuk pengaman, ketika mengetahui itu, Morgan langsung membangunkan Nicole dan Sherin, yang ketika itu mereka masih tidur. Setelah bangun, mereka langsung menggunakan sabuk pengaman dan siap-siap mendarat.           Ketika mereka sudah mendarat, mereka langsung mengarah ke tempat pengambilan koper. Mereka pun menunggu kurang lebih 15 menit untuk mengambil koper. Setelah mengambil koper, Morgan dan Nicole langsung berpelukan dan pamitan untuk bertemu lagi di lain waktu. Setelah itu, Morgan dan Nicole pun lanjut ke argo taksi dan Sherin lanjut naik pesawat lagi.           Setelah mendapatkan taksi, Mereka meminta tolong diantarkan di kantor papanya terlebih dahulu, untuk bertemu dengan asisten direktur. Mereka pun saat diperjalanan mengobrol dengan sopir taksi tersebut.           Ketika sampai di sebuah gedung yang tinggi dan megah, mereka pun membayar taksi tersebut dan turun. Ketika memasuki ke dalam sebuah gedung, mereka langsung ke resepsionis untuk menanyakan bisa bertemu asisten direkturnya. Ketika itu, mereka disuruh duduk dulu di lobi kantor.           Setelah ditunggu kurang lebih 5 menit, tiba-tiba ada orang yang berjalan ke arah mereka. Ketika ada di depan mereka, mereka pun di sapa dan mereka pun saling berkenalan. Ternyata nama asisten direktur ini adalah Mia dan umurnya masih muda yaitu 24 tahun. Dia adalah asisten direktur baru 2 bulan kerja.           Ketika sudah mengetahui, mereka pun diajak oleh asisten direktur untuk memperkenalkan tentang ruangan-ruangan yang ada di kantor ini. Setelah itu, mereka di ajak ke ruang direktur sebentar. Setelah sudah selesai melihat semua, mereka diantar ke mess dekat kampus mereka oleh Mia.           Ketika mau berangkat, Morgan meminta ijin untuk yang menyetir. Mobil yang mereka naik adalah Porsche milik Mia. Ketika diperjalanan, mereka pun ngobrol berbagai macam hal, mulai dari hal papanya Morgan sampai bertanya tentang kehidupan di Indonesia bagaimana.           Sampai tidak terasa, mereka sudah sampai di asrama tersebut. Ketika sampai, mereka pun ditemani oleh Mia untuk mendaftarkan kamar. Mereka pun mendaftar dan mereka memilih untuk kamarnya di pisah saja. Setelah selesai daftar, Mia pun ijin pulang karena sudah malam. Mia mengatakan bahwa besok mereka akan di jemput oleh dia di sini sekitar jam 8 pagi, jadi jam 8 kurang harus sudah ada di lobi mess ini.           Setelah Mia pulang, mereka pun langsung ke kamar masing-masing yang ternyata mereka masih sendirian belum ada teman satu kamar. Sehabis masuk kamar, Morgan menelepon meminta Sherin untuk tidak memberi tahu bahwa Morgan kuliah di Amerika dan jika tanya kuliah dimana, Morgan minta jawab di Indonesia.           Setelah itu, Morgan dan Nicole langsung mengabari papa dan mamanya serta juga kakak dan adiknya lewat video call selama kurang lebih hampir 30 meint. Mereka cerita beberapa di pesawat dan juga saat di Amerika dan salah satu kantor milik papanya. Setelah selesai teleponan, mereka langsung istirahat karena besok harus bangun pagi.            
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN