Malam hari setelah makan, mereka pergi ke tempat kemarin mereka balapan. Ketika mereka perjalanan ke sana, Aika tiba-tiba ditelepon dan kebetulan di mobil tersebut ada Morgan dan Renata. Aika pun ngomong dalam Bahasa Jepang, Morgan yang kebetulan mengerti, dia pun mendengarkan. Setelah selesai telepon tersebut, Aika menjelaskan bahwa ada masalah. Mereka pun bertanya-tanya ada masalah apa, kemudian Aika memberitahu bahwa musuh mereka baru pulang dari Amerika dan sekarang sedang perjalanan ke tempat kumpul tersebut dan dia kembali yang memimpin tempat kumpul tersebut.
Setelah mendengar itu, Morgan langsung tancap gas karena sebelum di acak-acak oleh grup tersebut. Sebelum tancap gas, Morgan menyuruh pegangan dan setelah itu, Morgan langsung menginjak gas dengan menambah kecepatan. Sedangkan yang lain juga mengikutinya.
Ketika mereka sampai ditempat tersebut, untung mereka sampai terlebih dahulu. Ternyata 5 menit kemudian, grup tersebut datang. Ketika ketua kelompoknya keluar, Reina pun kaget. Reina kaget karena ketua geng tersebut adalah mantannya waktu di Amerika. Ketua geng tersebut ketika mengetahui Reina, dia mencolek-colek dagunya Reina dan ketika itu juga, Sean pun kesal dan langsung menyenggolnya dengan keras. Ketika itu juga, ketua geng tersebut yang bernama Brad langsung marah dan mau memukul Sean, tetapi di tahan oleh Morgan. Mereka diberi tantangan balapan mobil yang dimana salah satu menang, Reina itulah yang menjadi pacarnya. Mereka menjadwalkan untuk minggu depan tanding balapannya dan tempat yang dipilih olehnya adalah tempat yang pinggirnya jurang. Sean pun setuju saja.
Ketika sudah setuju, Morgan dan lainnya mulai membahas tempatnya tersebut. Bahwa tempatnya tersebut sangat susah untuk Sean, karena driftnya sangat sulit, jika meleset mobil bisa hancur. Dengan semangat, Sean pun menjawab aku pasti bisa. Mereka pun akhirnya pulang.
Ketika mau pulang, Bryan mengajak ke bengkelnya untuk mempersiapkan mobil untuk minggu depan. Ketika itu jam masih menunjukan pukul 8 malam, mereka pun langsung ke bengkel dengan iring-iringan.
Ketika sampai dibengkel, mereka pun mencari barang-barang bekas yang masih bisa dipakai seperti mesin, kap mobil dan lainnya. Ternyata mereka hanya menemukan beberapa barang yang masih bisa dipakai dan bagus. Karena waktu sangat dekat, Bryan akhirnya mencari beberapa onderdil ditemannya.
Bryan pun menelepon beberapa temannya dan akhirnya menemukan onderdilnya di temannya yang dekat dengan bandara. Bryan, Chris, Sean dan Andre pun pergi mengambil onderdilnya, sedangkan sisanya sedang memikirkan model mobil yang akan mereka bangun ulang. Reina dan Sherlin pun menggambar mobil yang akan mereka buat kembali.
Setelah 45 menit kemudian, Sean dan lainnya pun kembali dan hasilnya pun sudah selesai juga. Mereka pun melihat 2 gambar tersebut dan akhirnya setelah rundingan, mereka memilih yang mobil sporty. Hari itu mereka hanya memilih gambaran mobilnya dan juga mengambil onderdil saja. Setelah itu mereka pun pulang dan istirahat, karena mulai besok adalah hari yang sibuk untuk membuat mobil.
Besok mereka jam 6 sudah pada bangun dan siap-siap untuk pergi ke bengkelnya Bryan. Mereka pun berangkat pukul 8 pagi, mereka tidak makan pagi dulu agar tidak terlalu siang berangkatnya dan lebih cepat selesainya. Mereka pun berangkat dengan 2 mobil dan 2 motor milik Sherlin. Motor dibawa oleh Morgan dan Sean, motor yang mereka bawa adalah Ducati 1000 cc.
Sesampai disana, mereka mulai merakit body-body mobil terlebih dahulu. Mereka mulai mengelas body-body mobil itu dengan bersama-sama. Mereka pun kadang guyonan saat merakit. Mereka pun merakit dengan senang.
Sampai akhirnya pukul 2 siang, mereka pun sudah selesai merakit mobil tersebut. Setelah selesai merakit, mereka istirahat sebentar dan kemudian melanjutkan untuk memasang beberapa mesin. Setelah memasang beberapa mesin, Sean mencoba untuk mengetes mobil tersebut di jalur yang menjadi tempat untuk balapan minggu depan. Morgan dan Bryan pun menjadi orang melihat kondisi ban dan lainnya. Yang lain pun juga melihatnya.
Setelah selesai mengetes itu, mereka pun kembali ke bengkel dan pada nyemil-nyemil. Setelah itu, mereka melanjutkan memasang beberapa onderdil yang masih belum dipasang. Setelah itu, mereka pun diajak makan malam oleh Bryan di daerah taman. Mereka pun siap-siap berangkat, tapi sebelum itu mereka ganti pakaian terlebih dahulu, karena kotor.
Setelah selesai semua, mereka pun siap untuk berangkat. Mereka pun berangkat dengan menggunakan mobil yang ada di bengkel Bryan. Mereka pun berangkat dengan menggunakan 4 mobil. Mereka pun berangkat beriringan.
Sesampai disana, mereka duduk di outdoor dan dekat dengan sungai. Mereka pun memesan beberapa makanan. Mereka juga memesan minuman soju, sebagai penghangat badan yang kebetulan malam itu agak dingin, tetapi beberapa dari mereka tidak bisa minum itu.
Setelah selesai makan, mereka pun kembali ke bengkel dan pamit untuk langsung pulang, karena yang cewek-cewek pada capek semua. Mereka pun langsung pulang.
Sesampai dirumah, mereka langsung masuk ke kamar masing-masing dan langsung tidur.
Besok pagi mereka bangun jam 7, karena pada capek semua habis kemarin. Mereka pun siap-siap untuk berangkat ke bengkel lagi. Mereka mandi bergantian dulu, setelah itu, mereka pun berangkat ke bengkelnya Bryan, tetapi sebelum ke bengkel mereka beli cat mobil. Setelah itu, mereka pun langsung ke bengkelnya Bryan.
Sesampai disana, mereka mulai mempersiapkan untuk mengecat mobil tersebut. Mereka memilih warna putih, karena balapannya nanti waktu malam hari. Mereka memilih warna itu, agar tidak bingung terhadap belokan yang ada nanti. Mereka mengecat mobil tersebut dengan tertawa ria. Cat tersebut sampai beberapa kali mengenai mereka.
Setelah beberapa jam……
Akhirnya mereka pun selesai mengecatnya dengan spray. Setelah itu, mereka istirahat sebentar dengan nyemil-nyemil yang diberi oleh Bryan. Setelah itu, Morgan baru ingat dia lupa beli sticker mobil di toko aksesoris mobil.
Akhirnya Bryan dan Morgan berangkat untuk membeli sticker tersebut. Ternyata Morgan baru tahu, tempat jual sticker yang bagus lumayan jauh dari tempat bengkelnya, kira-kira 3 jam perjalanan. Setelah mengetahui, Morgan tetap mau beli dan mereka pun berangkat.
Setelah ditunggu kurang lebih 5 jam 30 menit……
Mereka akhirnya datang dengan menggunakan 2 motor. Setelah itu, mereka memasang stiker tersebut dengan pengering rambut. Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya selesai hasil semua body mobil. Mereka tinggal mengetes lagi kendaraan, jika ada kurang dari ban mobilnya.
Ketika itu jam masih menunjukan pukul setengah 6 sore, mereka mengetes mobil tersebut lagi untuk mengetahui bagaimana hasilnya. Semua pun ikut, mereka akhirnya berangkat ke tempat kemarin.
Sesampai disana, mereka langsung mengetesnya dan ketika itu juga mereka melihat ada beberapa yang masih kurang dari balancing ban mobil tersebut. Setelah itu, mereka ke bengkel dulu untuk ganti baju, setelah itu mereka berangkat makan malam di tempat yang sama. Untuk mengganti bannya, mereka baru lakukan besok.
Setelah makan, mereka pulang ke bengkel lagi untuk mengambil motor dan langsung pulang.
Sesampai dirumah, mereka mengobrol sebentar dan setelah itu langsung tidur, karena mereka sudah capek semua.
Besok pagi, mereka bangun jam 6 untuk olahraga sebentar. Setelah itu, mereka siap-siap untuk mandi dan setelah itu, mereka siap-siap berangkat ke bengkel untuk mengubah beberapa onderdil lagi.
Sesampai disana, mereka pun langsung mencari ban mobil yang cocok untuk drift di perbukitan. Mereka akhirnya menemukan ban tersebut dan langsung memasangnya.
Setelah selesai memasang, mereka pun langsung ke tempat kemarin untuk mengetesnya. Ketika mereka mengetes, mereka melihat perkembangan semua sudah bagus dan sudah siap untuk digunakan untuk balapan 3 hari lagi. Mereka akhirnya memberi nama mobil ini adalah Toyota Supra dengan modifikasi terbaru. Mereka semua pun senang dan pada mencoba mobil tersebut.