“Kini kata ‘kita’ bukan lagi bermakna aku dan kamu, melainkan ada juga dia. Kita bertiga, dan tidak lagi menjadi kita berdua.” @atiikaaru PUKUL sebelas malam, aku terbangun akibat ringtone ponsel berbunyi. Mengumpulkan kesadaran, aku mengucek-ucek mataku lalu meraih ponsel di atas nakas. Sejenak tertegun melihat tulisan ‘Suami Tersayang Calling’ di layar ponsel sebelum kemudian menggeser panel berwarna hijau dan memindahkan ponselku ke samping telinga, “Halo, assalamualaikum.” “Waalaikumsalam. Afra, maaf membangunkanmu malam-malam,” sahut Gibran dengan lembut diujung sana. “Nggak apa-apa Gibran. Ada apa telepon malam-malam, kamu ada masalah?” tanyaku sambil bersandar ke punggung ranjang. ”Aku rindu kamu, bisa kamu temui aku sekarang?” “Sekarang?” Aku mengulang kata itu dengan kening ber

