“Matahari akan tetap membangunkanmu dari mimpi, meski kau takut pagi dan terbangun sendiri lagi.” @atiikaaru KUPIKIR rindu ini akan segera terealisasi setelah acara lamaran selesai, namun mendapat kabar bahwa Gibran tidak bisa pulang sampai hari pernikahan membuatku benar-benar kecewa. Beberapa kenangan manis bersamanya memenuhi isi kepalaku, membentuk serangkaian film hingga membuatku semakin merindukan Gibran. Padahal baru empat hari berpisah, kemarin kami juga sempat berkomunikasi di telepon untuk memberi kabar tapi entah kenapa aku sudah merindukannya lagi. Apa Gibran juga merasakan hal yang sama? Kira-kira, apa yang laki-laki itu lakukan sekarang? Tidakkah ia ingin bertemu denganku barang sebentar saja? “Aduh…” Dampak terlalu banyak melamun, aku sampai lupa kalau sedang menuangkan

