Dhea mengerjapkan matanya saat merasakan cahaya matahari yang menyilaukan matanya. Perlahan ia membuka matanya, dan ternyata pintu balkon masih terbuka. Pantas saja cahaya matahari begitu terang. Dhea akan beranjak bangun tapi ia baru sadar kalau kini dirinya tengah dalam dekapan Arsel yang masih tertidur pulas, sama sekali tidak terganggu dengan pergerakannya. Sambil tersenyum, Dhea mengamati wajah tampan Arsel yang tampak berkilau terkena terpaan sinar matahari. Dengan perlahan Dhea memainkan rambut Arsel yang beberapa helai menutup jidatnya. Lalu ia melarikan tangannya pada bibir Arsel yang begitu menggoda. “Dhea, hentikan aku masih mengantuk” gumam Arsel terkekeh meraih tangan Dhea dan menggenggamnya erat, dengan masih memejamkan matanya. Dibalik selimut tebal itu, tubuh keduanya sa
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


