"Uhm ... Assalamualaikum, sebelumnya perkenalkan saya Herman. Saya temannya Ramda, Fikri, dan Pak Hidayat. Kalau boleh tahu, Ramda di atas dengan siapa?" Herman segera menyela, dan bermaksud segera membuat eksekusi. "Ramda di atas sama siapa, Mbak?" Fikri akhirnya mengulang pertanyaan Herman. Meskipun ia sebenarnya kurang mengerti maksud Herman dengan menanyakan hal itu. Tapu ia tahu Herman sedang berusaha melakukan sesuatu. "Dia ... sendirian. Sendiri aja kok. Kalau kalian mau nemuin dia langsung ke atas aja." Mbak Sakina mempersilakan kami dengan lapang. "Uhm ... Mbak ...." Herman nampak canggung dan sungkan sebenarnya. Tapi ia tetap harus melaksanakan apa yang sedang ia usahakan. "Iya?" Mbak Sakina juga berusaha menanggapi karena tak ingin bersikap tak sopan pada teman saya. Meskipu

