Sebenarnya Dean berniat untuk jalan-jalan terlebih dahulu setelah sampai di hotel. Makanya itu dia bertemu dengan Addy, dan itu hanya karena ketersengajaan. Bukannya Dean modus untuk menemui gadis itu, astaga, memikirkannya saja membuat Dean kembali tersadar bahwa mereka hanyalah guru dan murid. Melihat gadis itu yang memeluk badannya sendiri karena angin yang cukup kencang, membuat Dean berinisiatif untuk membuka jaketnya dan menyampirkannya pada bahu wanit itu. Addy menoleh, tentu saja, dan terkejut. "Dean?" Seharusnya Dean malah setiap gadis ini memanggilnya dengan namanya tanpa embel-embel 'Pak' atau minimalnya 'Kak', tapi entah kenapa Dean tidak mau memusingkannya. "Pakai jaketnya, Addy. Di sini anginnya besar." Dean merasakan tatapan gadis di sampingnya yang sepertinya tidak suka

