Bab 44. Bella Yang Selalu Mengalah

1038 Kata

Gendis sudah diantar ke rumah sakit karena Lily sudah siuman, dan anak itu membutuhkan asi ibundanya. Namun, perempuan itu masih saja menangis karena tak kuat melihat anaknya di usia segini sudah bergulat dengan selang rumah sakit. Matanya sembab, pikirannya kosong, bahkan pergerakannya pun seperti mabuk. Padahal saat ini Lily sudah anteng dan tertidur, tetapi ibunya terus saja menangis. "Akhh pusing!" "Kamu terlalu banyak pikiran, Gendis!" omel Elwin. Saat turun dari brankar Gendis hampir jatuh jika tidak ada Elwin menggapainya. Pria sigap sekali, bahkan membantu Gendis untuk duduk dengan cara menggendongnya. Aksi tersebut disaksikan langsung oleh Nana dan Bella. Karena menyadari istrinya mengamati, Elwin membenarkan kondisi. Tatapan dari Bella tidak menyiratkan apa-apa, perempua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN