Gendis pulang malam dengan Elwin, lepas paginya semua orang diberitakan kabar yang tidak disangka. Mau mengelak bagaimana pun ini sudah takdir. "Sudah ya, Nak. Dia sudah tenang, saya justru merasa bangga kamu bisa menjadi ibu meski hanya beberapa waktu!" Ya, kata tersebut adalah lontaran nyonya Eva untuk menguatkan Gendis yang sedang histeris di bawah pelukannya. Bella, Nana, Ratih dan juga nyonya Evalin sudah begitu keras menghentikan Gendis yang mengamuk tak menerima kenyataan. Pembantu itu sudah beberapa kali pingsan, dan bangun hanya untuk menangis dan berteriak. "Takdirnya untuk Tuhan, bukan untuk menemani kamu Gendis. Relakan dia ya!" ujar Nana. "Saya yakin si cantik akan lebih bahagia di sana, bersabarlah Gendis!" tutur Ratih. Bella pun tak kering-kering air matanya, ia

