Chapter 25 - Surat Cerai

2004 Kata

Irene memperhatikan kotak kecil berwarna merah berlapis beludru yang ada dalam genggaman tangannya dengan tatapan amat bingung. Dirinya sedang dihadapkan dengan dua pilihan: mau menerima lamaran Vino atau tidak. Di satu sisi, Irene ingin sekali menerima lamaran Vino. Menjadi ibu, mengandung buah cintanya dengan Vino .. Tapi bagaimana pernikahannya dengan Rio? Irene menghela napas, "Aku tidak bisa menjawab sekarang." Vino mengerutkan dahinya, "Kenapa?" Irene menatap Vino sedih, "Kasih aku waktu, Vino .." Vino tersenyum kecut, "Sampai kapan?" Kali ini Irene benar-benar tak tahu harus menjawab apa. Tapi untungnya, belum sempat Irene menjawab lagi, seseorang tiba-tiba memencet bel. Ada yang berkunjung ke apartemen Vino pagi ini. Irene baru saja hendak berjalan untuk membukakan pintunya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN