-Selamat Duduk di Kursi Terdakwa- “Iya, Mas. Apa kabar?” Iya langsung menjabat tangan Mas Hangga dan cipika cipiki, padahal kulihat Mas Hangga nggak mengulurkan tangannya dan nggak siap dicipika-ki. “Kamu jaga di sini, Fi?” “Iya, Mas. Aku kaget loch, Mas ada di sini.” Matanya mengerjap penuh binar dan senyumnya terkembang. Dia kaget? Kenapa kaget? “Oh, aku mau jenguk Mama.” Duh,Mas Hangga, kok Mama? Mama mertua, ‘kan? Kenapa nggak disebutin kata Mertuanya, sich. “Oh, Mama sakit? Di ruangan mana, Mas? Nanti aku jengukin, ya.” Ih centil amat ini Dokter muda. “Di lantai atas, Bougenville 5.” “Duh, kasihan amat, Mama sakit. Coba, dech, nanti aku rolling tuker buat bisa jaga di Bougenville biar bisa cek Mamanya Mas Hangga,” ucapnya kenes. Ih, Ya Allah, dokter kok gini amat! genitn

