Vania berteriak sekencang-kencangnya di atas ketinggian bukit Primrose Hill, melepaskan penat dengan berkemah di sana bersama suami tercinta. Devan yang saat ini sedang menyalakan kompor, tersenyum melihat tingkah sang istri yang terus berteriak berpindah tempat, bahkan sampai ia terjatuh menginjak sesuatu. "Aw." Ia meringis, dengan sigap Devan menghampirinya. "Kamu tidak apa-apa, Sayang?" "Tidak apa-apa. Lagian dibukit kayak gini kok ada batu?" "Batu?" kata Devan sambil mencari batu yang Vania katakan. "Bukan batu, ternyata kamera Digital." Ia mengangkat kamera itu, dengan diterangi oleh lampu darurat miliknya. Kening Devan mengernyit saat melihat kamera yang sedang dipegang oleh Vania, karena ia tahu siapa pemilik kamera tersebut, kamera pribadi milik Megan yang tadi dipegang oleh

