Benteng pertahanan

1180 Kata

Untuk beberapa saat Devan terus menatap wajah sang istri yang sebentar lagi usianya genap sembilan belas tahun, seingatnya bulan depan tanggal dua adalah hari ulang tahunnya, coba berpikir hadiah apa yang akan ia berikan untuk sang istri. Mobil? sepertinya itu terlalu biasa, Perhiasan? Banyak perhiasan di rumah, tetapi yang dipakai hanya satu dua saja. Memberikan hadiah berbentuk barang sepertinya kurang berkesan. Terus berpikir hingga akhirnya ia tahu akan memberikan hadiah apa di hari ulang tahun istri kecilnya nanti. Tidak ingin mengganggu, Devan menyelimuti tubuh Vania dengan selimut tebal, memeluknya dari belakang seraya berkata, "Tidurlah dengan nyenyak, walaupun malam ini aku sangat menginginkanmu, aku tidak akan memaksa kalau kamu tidak mau, tapi besok jangan marah lagi ya!" men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN