"Bagaimana Erlangga? bukankah rencanaku sangat bagus?" Megan duduk di atas kursi kebesarannya, sedang Erlangga duduk bersama Leo di sofa panjang berada di sisi sebelah kiri dekat jendela. "Loe liat, bagaimana hebatnya cewek gue," ungkap Leo membanggakan sosok Megan. Wanita yang membiayai hidupnya, menghabiskan waktu untuk bersenang-senang, bahkan tidur dengannya. Megan yang sudah dibodohi oleh kebebasan, rela kehilangan Devan, bahkan hidup dengan seorang pria tanpa pernikahan, pria pengangguran yang kerjaannya mengikuti kemana pun Megan pergi, bahkan semua biaya hidup seorang Leo, ditanggung semua oleh dirinya. Dengan satu syarat, Leo tidak diperbolehkan berkencan dengan wanita lain, apa lagi menikah dengan wanita lain. Hanya itu, sepertinya tidak sulit bagi Leo, dan itu semua terbukti

