Rencananya malam itu Devan mengajak Vania kembali ke London. Namun, karena perdebatan tadi siang, terpaksa ia harus memundurkan jadwal, karena Vania masih marah, bahkan masih belum mau bicara dengan dirinya. Lalu apa yang akan Devan lakukan? mengalah lagi? sepertinya iya. Devan mendatangi sang istri yang saat ini sedang sedang bermain dengan Sofia, mendudukan diri di belakangnya. "Asik nih..." seloroh Devan coba mencairkan suasana. Dia yang masih marah, menggeser posisi duduknya coba menjauh. "Daddy, nanti Sofia mau adik seperti ini," tunjuk anak kecil itu pada salah satu boneka yang sedang ia pegang, memiliki rambut pirang panjang, juga mata yang bulat, bibir merah seperti delima. "Sofia mau adik cantik kayak mommy, atau ganteng kayak daddy?" tanya Devan seraya melirik sekilas ke ara

