Sikap Vania berubah dalam beberapa hari. Dia terkesan cuek, dingin, dan tidak ceria seperti biasanya. Bukan hanya itu, setiap kali Devan berusaha mendekat, Vania terkesan menghindar bahkan ia tidak mau sedikitpun disentuh, untuk mencium pipinya saja harus menunggu ia tertidur. Tidak tau harus berbuat apa, Devan berusaha mengerti, walaupun ia sendiri sedang menghadapi masalah cukup pelik yang menimpa perusahaannya, dan sosok Vania yang biasanya ceria sangat ia butuhkan saat ini. Sosok itu kini masih berbaring di atas tempat tidur, sedangkan Devan berdiri di atas balkon menunggu Vania terbangun, hendak mengajaknya kembali ke London, karena perusahaan sedang membutuhkan kehadiran dirinya. Saat Devan menoleh ke belakang, ia melihat istri kecilnya itu baru saja membuka mata, menggeliat, mere

