Bukan cinta, tetapi obsesi

1104 Kata

Sekitar pukul empat sore, Devan bersama Burhan saat ini sedang dalam prjalanan menuju apartemen setelah menjemputnya di bandara Heathrow. Dia yang masih penasaran dengan sahabatnya yang tiba-tiba menyebutkan nama Erlangga, memutuskan untuk bertanya, demi menghilangkan rasa penasarannya. "Erlangga?" kening Devan mengerut saat Burhan menyebutkan nama Erlangga, pria tampan, muda, juga memiliki otak yang cerdas itu sudah sangat meresahkan hidupnya, terlebih sikap baiknya terhadap Vania membuat Devan merasa tidak nyaman, lalu tiba-tiba Burhan menyebutkan nama Erlangga. "Loe tau siapa Erlangga?" Burhan yang saat ini sedang mencoba menghubungi seseorang, tiba-tiba menjatuhkan ponselnya saat Devan bertanya. "Hati-hati, Bro. Sampe kaget kayak gitu." Devan coba mengambil ponsel yang kebetulan jatu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN