Adakah kebahaiaan yang lebih besar dari ini? ketika restu sudah mereka dapatkan, hanya tinggal menunggu waktu kapan hari bahagia itu akan terlaksana. Vania melepaskan pelukannya, lalu mencium kening sang ayah penuh kasih sayang. "Kalau begitu, boleh aku memeluk om Dev?" pintanya dengan senyum terus mengembang. "Jangankan meluk, beberapa kali juga kamu yang nyosor duluan," ledek sang Ayah. Gadis itu tersenyum, sambil menunduk malu. "Ya udah sana, peluk calon suamimu," kata Burhan, Vania langsung beranjak dari sana, lari menghampiri Devan lalu memeluknya erat, sedangkan Sofia yang berada di tengah-tengah mereka, tersenyum penuh kebahagiaan. "Mommy, Love You." "Love you too, Sofia putri mommuy yang paling cantik sejagat raya." "Untuk Daddy?" kata Sofia, gadis itu meliriknya dengan senyu

