Kecurigaan Devan

1130 Kata

Belum sempat matahari menampakkan cahayanya, bahkan belum sempat Devan memejamkan matanya, tangan yang sejak tadi sore terus ia genggam, bergerak lemah mengisyaratkan kalau dirinya sudah sadar, Devan yang sedang melamun pun mengerjap kaget. "Nia. kamu sudah sadar?" ia bangkit dari duduknya, menatap wajah sang istri dari dekat. Kedua bola mata indah itu mulai terbuka, lalu Devan mengusap keningnya, mengecupnya beberapa kali. "Hubby, ini kamu?" Vania memanggil dengan lirih, coba mempertajam penglihatannya demi memastikan sosok yang ada di depan saat ini adalah suaminya, bukan Erlangga. "Iya ini aku, Sayang. Aku di sini bersamamu." Devan melihat sang istri mengeluarkan cairan bening dari sudut matanya, lalu Devan pun mengusapnya sangat lembut. "Jangan menangis! aku ada di sini." "Aku takut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN