Kejutan

1413 Kata

Selama berjam-jam Devan tidak berhenti menatap ponselnya menunggu pagi waktu Jakarta, yang mana kalau menurut perhitungan, pukul sebelas malam waktu London, adalah pukul enam pagi waktu Jakarta. Itu semua ia lakukan karena demi menunggu pesan dari sang istri, karena khawatir Vania mendengar suara Megan saat di hotel tadi. Pagi hari waktu Jakarta, saat ini Vania sedang melamun sambil berbaring di samping Sofia, memeluknya, menatap wajah anak kecil itu seolah ia sedang menatap wajah Devan. "Kamu sangat cantik, Nak. Seperti daddymu sangat tampan." Ia terkekeh sendiri dengan ucapannya. "Andai saja dia ada di sini." Terus Vania bicara sendiri sampai pada akhirnya sebuah ketukan pintu dari luar, mengharuskan Vania beringsut turun untuk membuka pintu. "Bunda?" "Kirain belum bangun," kata Anna.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN