Bab 70. Tidak Permanen

1018 Kata

“Mbak Min, kemana bapak?” tanya Nilam. “Bapak sama Pak Sadly ke rumah keluarga Sanjaya, Bu,” jawab Minten. “Baiklah,” angguk Nilam. Lalu memilih duduk di ruang tengah, ia melihat kedua anaknya yang terlihat sangat cantik dan tampan, perasaan Nilam lebih tenang setiap kali melihat keduanya. Si kembar yang lahir dari rahimnya itu tidak berhasil membuat King mengingat mereka. “Queen, King pergi tadi, dia izin kok sama Mama,” kata Diana. “Iya, Ma,” angguk Nilam. “Jangan terlalu banyak pikiran ya, Nak. Kita serahkan semuanya ke Allah. Besok udah mulai puasa loh, meminta lah doa pada Allah agar semua ingatan suamimu pulih.” Diana mengelus lengan putrinya. Nilam mengangguk, ia sampai lupa besok sudah puasa. Nilam hanya berharap semua hal kembali seperti semula, khususnya ingatan suaminya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN