Keesokan harinya, Candra pergi ke sekolah barunya dengan diantar ayahnya. Dia masih menggunakan almamater dari sekolah lamanya. Saat memasuki halaman sekolah, sontak mereka yang ada di sana memperhatikannya. Candra pun tahu, saat ini dia menjadi pusat perhatian mereka. 'Ngapain lihatinnya seperti itu? Nggak pernah lihat cewek sekeren aku?' Candra hanya mampu bergumam dalam hatinya, dia sesekali melirik ke arah beberapa anak yang terlihat membicarakan mereka. "Ruang kepala sekolah di sana, Can. Ayo, kita ke sana," ajak Pak Joko. "Iya, Yah." Candra hanya mengekor di belakang ayahnya. Dia merasa anak terbaik yang masuk ke dalam sekolahan itu. Dia pindahan dari kelas terfavorit di kota ini, tentunya dia juga merasa paling istimewa bisa masuk di sekolah ini. Sesampainya di ruang kepala seko

