Boby dan mamanya sampai di kantor polisi saat Nadin mengirimkan pesan singkat itu. terlihat mata mama Boby kembali berkaca-kaca. Ia tak rahu, apa yang saat ini dirasakan mamanya, tetapi Boby tetap memahami apa yang saat ini di rasakannya. "Ma, ayo turun. Jangan lama-lama, ya. Takutnya Clarissa nanti malah curiga," pinta Boby sembari meraih tangan mamanya. Mama Boby hanya sedikit senyum dan segera turun dari mobil. Sepanjang mereka berjalan menuju sel tahanan Papanya, Boby selalu menggandeng tangan wanita terhebat dalam hidupnya. Terasa dingin dan berkeringat telapak tangannya. Papanya Boby pun keluar dan duduk bersama mereka. "Gimana?" tanya Papanya Boby. "Aku nggak ada uang segitu. Ada sih, sebenarnya. Tapi kebutuhan anak-anak lagi banyak, jadi uang itu kugunakan untuk mereka ke depa

