Keesokan harinya, Nadin sengaja berangkat naik mobil sendiri. Dia dstang lebih pagi dari biasanya, sebab ingin pergi ke perpustakaan terlebih dahulu. Namun, saat baru turun dari mobil bersamaam dengan Candra datang. "Nadin!" teriak Candra memanggilnya. Nadin pun yang hendak mengalah mengurungkan niatnya. Dia memilih untuk menunggu Candra yang terlihat menghampirinya. "Apa?" tanya Nadin kala dekat dengannya. "Jadi sombong banget kamu, ya. Mentang-mentang sudah jadi kekasih orang dan kalian sama-sama tenar di kampus ini," celetuk Candra. Nadin sebenarnya malas berurusan dengan Candra, tetapi entah kenapa dia tetap saja mencoba mengusiknya. "Terserah kamu bilang apa. Ada perlu apa? Aku buru-buru mau perpustakaan." Nadin meminta dia cepat-cepat berbicara. "Sombongnya," ujar Candra lagi.

