Bab 62

2031 Kata

Candra terus berperilaku seperti itu hingga kapanpun. Rasa peduli ke orang lain, entah mengapa sulit untuk diselipkan dalam hatinya. Dia tumbuh dilingkungan yang baik, ternyata tak menjamin jika dia juga berperilaku yang sama dengan yang lain. Namun, namanya kebohongan lambat laun juga akan bakal tercium dengan sendirinya. Saat itu, temannya yang pernah berjanji untuk main ke rumah Candra, kebetulan dia sedang keluar bersama sopirnya untuk membeli buku. Sekelebat dalam pikirannya teringat jika hendak main ke rumah Candra. "Pak, nanti kalau pulang, mampir dulu ke rumah temanku yang waktu lalu, ya," ujar Sisil ke sopirnya. "Baik, Non." Sopirnya pun menyanggupi. Sisil memang sudah memberitahukan itu kepada sopirnya kala pulang waktu lalu, sehingga sopirnya pun mengingat saat Sisil hanya m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN