Keesokan harinya, saat mereka berangkat sekolah seperti biasa, Pak Diman menjemput Candra seperti biasanya. "Hai, Can," sapa Nadin saat masuk ke dalam mobil. "Nggak usah basa-basi, kenapa semalam kau tak mengundangku ikut serta di ulang tahunmu? Kau malu memiliki teman sepertiku?" tanya Candra. "Bukan begitu, Can. Semua itu acara Papa dan Mama, jadi aku hanya ikut saja. Mereka bilang sebelumnya, kalau acara itu untuk keluarga di rumah itu aja. Eh, nggak tahunya beberapa teman Mama dan Papa datang juga beserta keluarganya," ujar Nadin. "Halah, alasanmu saja. Kamu malukan, jika mereka mengetahui jika kita berteman. Kamu malu, jika mereka tahu dari mana asalmu," cecar Candra. "Ya Allah, Candra. Tak pernah sekalipum dalam otakku terbesit sepertimu. Bahkan, kamu yang selama ini tak mau, j

