Sesampainya di rumah Nadin, dia memperilakan Sisil untuk masuk ke dalam rumahnya. “Ayo, Sil. Masuk,” ajak Nadin. Sisil pun tersenyum sembari melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah. Sisil sedari tadi hanya mengekor di belakang Nadin. “Silakan duduk, aku naruh tasku dulu, ya. Bentar,” ujar Nadin. “Iya, Nad. Aku tunggu di sini, ya,” jawab Sisil. Nadin melangkahkan kaki menuju lantai atas, sedangkan Sisil duduk sendiri di ruang tamu. Saat itu, Bu Lastri menghampirinya. “Neng temannya, Neng Nadin?” tanya Bu Lastri. Sisil sontak berdiri, lalu menjabat tangan Bu Lastri. “Iya, Bi. Bibi, siapanya Nadin?” “Oh, saya hanya asisten rumah tangga di sini. Mamanya Neng Nadin, ada di kamar, kok. Saya panggilkan dan buatkan minum dulu, ya,” ujar Bu Latri. “Iya, Bi. Makasih,” jawab Sisil sembari ter

