Mereka asik bercerita, hingga tak terasa sore menyapa lebih cepat. "Nad, sudah sore. Kita mandi dulu, yuk," ajak Sisil. Mereka berdua mandi secara bergantian, lalu melaksanakan kewajiban mereka sebagai muslim. Setelah itu, mereka duduk bersama di kasur dan tersenyum walaupun tak ada salah satu dari mereka saling berbicara. "Makasih untuk hari ini, Nad. Aku suka berteman denganmu, kamu baik anaknya. Maaf, jika sementara waktu, kita tetap berperilaku yang sama saat di sekolahan," ujar Sisil. Nadin pun tersenyum. "Iya, Sil. Maaf, ya. Aku mewakili Candra, meminta maaf kepadamu jika dia salah kata atau perbuatan. "Nad, tenang aja. Dia juga nggak ada saah kok denganku, hanya aku ingin dia menjadi anak yang memiliki rasa percaya diri tinggi. Tak perlu menjadi orang kata untuk menjadi lebih d

