Pak Aska menatap Bu Dian dengan lekat. Beliau penasaran apa yang sebenarnya istrinya sembunyikan darinya. "Oke, Papa akan bertanya langsung kepada Nadin." Pak Aska beranjak dari tempat duduknya dan hendak melangkahkan kaki meninggalkan tempatnya. Bu Dian meraih suaminya. "Jangan, Pa. Mama akan ceritakan semua kepadamu. Tapi, kamu janji tak akan marah." Pak Aska menatap ke arahnya dan kembali duduk di tempatnya semula. "Jelaskan apa permasalahannya? Aku berjanji tak akan marah, jika itu tak menyangkut isi keluargaku. Tapi, jika berani mengusiknya, jangan salahkan Papa jika murka terhadap siapapun itu yang berani mengganggu ketenangan ini." Pak Aska selalu memiliki keputusan tersendiri. Bu Dian bimbang, suaminya pasti akan marah dan murka setelah mendengar apa yang akan dilontarkannya.

