"Bisa-bisanya kau bilang seperti itu! Kau yang selama berpura-pura, jangan kau putar balikan fakta, Candra!" Sisil marah-marah. Dia sampai berdiri hendak menghampiri Candra, tetapi Bu Dian mencoba mencegahnya dengan memegangi Sisil dengan kuat. "Sisil, jangan, Sayang." Bu Dian menenangkannya. Candra bukannya merasa bersalah, malah dia menyeringai seolah-olah tak terjadi apa-apa. "Kalian bisa tenang atau tidak? Saya di sini memanggil kalian bukan untuk berkelahi ataupun adu mulut. Saya hanya ingin kejelasan anak-anak dan solusi apa yang pantas diberikan ke mereka," sahut kepala sekolah. Mereka pun duduk di tempat masing-masing. Bu Dian sengaja duduk di dekat Sisil sebab tak ingin dia ikut mendapatkan masalah di perkara ini. "Jadi bagaimana, Pak, Bu?" tanya kepala sekolah lagi, minta per

