Nadin sontak menoleh ke arah sumber suara. "Boby," gumam Nadin dengan lirih. Boby pun menghampirinya. "Kamu kok bisa di sini?" "Iya, aku baru ingat jika perempuan ini kenal sama Mamaku. Mereka nggak cukup baik, sih. Tapi saling mengenal satu sama lain," jawab Boby dengan lirih. "Kita ngobrol di luar saja, ya." Boby menarik tangan Nadin dengan lembut. "Sebentar." Nadin mendekat ke adah mamanya, lalu berbisik," Ma, aku ke luar dulu, ya." "Iya, Sayang." Bu Dian pun mengiyakan ucapan Nadin. Mereka berdua berjalan sembari bergandengan tangan menuju ayunan yang ada di halaman rumah ini. Mereka duduk secara bersamaan di ayunan kayu itu. "Gimana ceritanya, kok bisa seperti ini?" tanya Nadin. "Kita lihat mereka bertengkar tadi siang, kan? Mungkin, setelah kita lewat, pertengkaran hebat ter

