26. Panggilan Jiwa

1128 Kata

Hanya sukma, tanpa raga. Sosok itu menelisik keberadaan Dhie bersama Raden Prakasa dimobil yang sedang melaju menelusuri jalan nasional di Kabupaten Mojokerto. Wuussshhh wusshhh Angin dingin tiba-tiba datang menerpa Dhie dan Raden Prakasa, padahal cuaca diluar sedang panas-panasnya. Bukan hanya angin dingin, bulu kuduk mereka pun mendadak merinding. Mereka hanya saling tatap sejenak, tersenyum seraya mengenyahkan pikiran negatif yang sempat terlintas dalam benak, lalu kembali fokus ke jalan raya yang terbentang panjang dihadapan mereka. Karena merasa semakin dingin, Raden Prakasa pun mematikan AC mobil. Deg deg deg Tiba-tiba jantung Dhie berdetak cepat. Penglihatannya seakan begitu familiar pada tempat yang sedang mereka lewati saat ini. "Ini ... daerah apa?"tanya Dhie, menahan rasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN